entries profile awards Escape-here! credits
♥WELCOME TO MY FANTASY!!♥

Welcome to my personal blog! This is about my life and my dreams♥. Feel free to fill the chatbox and to comment. :)






site stats ?
I Support Privacy Protection






since 08/11/10
people have visited my blog ♥

♥Blog Officially Oppened♥:
8th November 2010








Time & Date







feel free to fill it!






Wishlist
Get the first rank in my class
Graduated from SMAN 8 Pekanbaru with high score
Learn at least 5 languages
Study Overseas
Meet Justin Bieber
Become an ambassador
I-pad
I-phone




Time Machine!

Time Spinner!




Searchbox ?







Senin, 31 Maret 2014 ?
Resume Teori Self and Message dalam Komunikasi

1.      Teori Interaksi Simbolik (Symbolic Interaction Theory)

Konsep utama dari teori ini adalah Who am I? (Siapakah saya?) Manusia melakukan interaksi berdasarkan pemahaman tentang perannya dalam suatu interaksi dengan orang lain. Ada tiga prinsip utama yang mendasari teori interaksi simbolik yang merupkan konsep pemikiran George, yaitu:

a.       Mind (pemikiran manusia)
Konsep ini menganggap bahwa tindakan manusia terhadap orang lain berdasarkan pada makna yang dibentuk, melalui proses komunikasi dan interaksi. Hingga terbentuklah makna yang disepakati bersama dengan asumsi-asumsi berikut: manusia, bertindak terhadap, manusia lainnya, berdasarkan makna yang diberikan  orang lain kepadanya.  
b.      Self Concept (Konsep tentang diri sendiri)
Konsep ini berfokus pada pengembangan konsep diri individu berdasarkan interaksi sosial yang dilakukannya dengan orang lain. Individu akan memikirkan apa yang akan dilakukan/dikatakan orang pada dirinya, yaitu dengan membayangkan bagaimana pandangan orang lain terhadap dirinya dan mencoba mengamati  dirinya dari kacamata orang lain.
c.       Society (Hubungan antara individu dengan masyarakat)
Konsep ini berfokus pada perilaku individu dalam masyarakat yang dibentuk dengan norma-norma sosial sebagai batasan tingkah lakunya. Pada akhirnya, individu yang telah dipengaruhi oleh proses sosial dan budaya itu sendirilah yang menentukan pilihan dalam tingkah lakunya dalam masyarakat.

2.      Manajemen makna Terkoordinasi (Coordinated Management of Meaning)

Teori ini dikemukakan oleh Barnett Pearce dan Vernon Cronen, yang menyataan bahwa manusia melakukan komunikasi dengan aturan yang membantu menginterpretasikan apa yang dikomunikasikan orang lain. Maka teori ini merujuk kepada bagaimana aturan-aturan dalam berkomunikasi diciptakan dan dilakukan individu-individu yang berkomunikasi secara terkoordinasi, hingga merujuk pada makna yang sama dan sejalan dengan komunikasi yang dilakukan. Teori ini memiliki beberapa asumsi, yaitu:

a.       Manusia melakukan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari
Asumsi ini berarti bahwa manusia akan tetap melakukan komunikasi dan proses komunikasi selalu menjadi hal yang penting dalam kehidupan manusia.
b.      Manusia membentuk realitas sosial setelah melakukan komunikasi
Asumsi ini menjelaskan bahwa dengan komunikasi dan percakapan, manusia yang berkomunikasi menciptakan realitas sosial. Sudut pandang masing-masing pihak bertemu dan kemudian membentuk realitas sosial yang baru.
c.       Dalam komunikasi terjadi transaksi informasi
Ketika individu melakukan percakapan, makna pribadi yang dimilikinya akan ditransaksikan kepada orang lain. Hingga pada akhirnya pihak yang berkomunikasi saling bertukar makna dan bertemu pada satu kesepakatan yang diterima bersama, hingga membentuk makna intrapersonal.
            
Macam-macam koordinasi:
a.       Perfect Coordination
Bentuk koordinasi ini adalah A+A=A. Pada kondisi ini, dua pihak yang berkomunikasi memiliki pemaknaan yang sama sehingga terjadi kesepakatan sempurna antara kedua belah pihak.
b.      Partial Coordination
Bentuk koordinasi ini adalah A+B=C. Dalam kondisi ini, kedua pihak yang berkomunikasi memiliki pemaknaannya masing-masing yang berbeda satu dengan yang lain. Pada akhirnya, pihak-pihak ini mengambil pemaknaan baru sebagai penyelesaian, yang diterima dan disepakati kedua belah pihak tersebut.
c.       No Coordination
Bentuk koordinasi ini adalah A+B= tidak terjadi kesepakatan. Dalam koordinasi ini, kedua belah pihak yang melakukan komunikasi memiliki pemaknaannya masing-masing yang berbeda satu dengan yang lain. Namun, kedua belah pihak tidak dapat bertemu dalam satu titik kesepakatan, sehingga tidak terjadi koordinasi dan pihak-pihak tersebut tetap pada pemaknaannya masing-masing.

3.      Teori Disonansi Kognitif (Cognitive Dissonance Theory)

Teori kognitif disonansi ini merujuk pada suatu keadaan di mana manusia merasakan ketidaknyamanan terhadap sikap dan perilakunya dalam memilih satu langkah di antara dua elemen yang disonan (tidak harmonis). Teori ini beranggapan bahwa disonansi tersebut akan memotivasi manusia tersebut untuk dapat mengurangi ketidaknyamanan tersebut dan mencapai keharmonisan. Ada tiga elemen yang menjadi sorotan teori ini:

a.       Tidak relevan satu dengan yang lain.
b.      Konsisten satu sama lain (harmoni)
c.       Tidak konsisten satu dengan yang lain (disonansi)

4.      Teori Pelnggaran Harapan (Expectancy Violations Theory)

Teori ini berdasar dari penelitian Judee Burgoon, yang menggambarkan bahwa manusia memiliki harapan terhadap jarak dan batas perilaku nonverbal dari orang lain yang memberikan kenyamanan baginya. Sehingga proses komunikasi dan interaksi yang terjadi dilihat sebagai proses pertukaran informasi yang dapat dianggap positif atau negatif, tergantung dari kesukaan atau harapan pihak yang berkomunikasi. Ketika perilaku lawan bicara menjauhi dan menyimpan dari harapan, adalah pertanda bahwa harapan seseorang tidak terpenuhi. Namun, pelanggaran harapan tidak selalu berarti negatif. Pelanggaran harapan negatif berupa pemberian hukuman, seperti dijauhi atau rasa takut lawan bicara. Sementara, pelanggaran harapan yang positif adalah sebuah penghargaan yang diberikan lawan bicara, misalnya senyuman. 

Asumsi teori pelanggaran harapan:
a.       Harapan mendorong terjadinya interaksi antarmanusia,
b.      Harapan terhadap perilaku manusia dipelajari, dan
c.       Orang membuat prediksi mengenai perilaku nonverbal.

Hubungan ruang personal menunjukkan jarak yang dipilih seseorang saat berhadapan dengan orang lain. Pilihan jarak tersebut  dapat dibedakan menjadi 4 zona, yaitu:

a.       Jarak intim : 0-18 inchi
b.      Jarak personal : 46 cm-1,2 meter
c.       Jarak sosial : 1,2 meter-3,6 meter

d.      Jarak publik : >3,7 meter




Written @ [Senin, Maret 31, 2014] | 1 comments | back to top?